Tarji dan Makan Malamnya
Acara selamatan sudah selesai. Orang-orang bubar lalu dengan sabar mereka keluar dari rumah dan memasang sandal-sandal yang tergeletak di depan pintu ke kaki mereka. Kantong keresek putih besar tergantung di tangan-tangan mereka. Tarji sengaja tidak terburu-buru untuk pulang. Ia menunggu orang-orang untuk pergi. Ia berharap, Danu, si tuan rumah mengajaknya berbicara tentang rencananya. Rencana untuk membawa Tarji bekerja di Sumatra. Di sana ia mengurus peternakan sapi. Danu sudah menjanjikan pekerjaan itu minggu lalu. Jika rencananya itu terwujud, ia tidak perlu bangun jam 3 setiap pagi untuk menyiapkan pentol dagangannya. Semua sudah keluar. Namun Danu belum juga datang menghampiri Tarji. Akhirnya Tarji memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan tetangga-tetangganya itu untuk pulang bersama. Tarji berjalan bersama tetangga-tetangganya menuju rumah masing-masing. Rumah Tarji bersembunyi di gang kecil. Itu yang membuatnya berpisah dengan tetangga-tetangganya itu. Tinggal ...

