Screenplay Film Pendek: Aku Hamil



Berikut ini adalah contoh naskah film pendek berjudul 'Aku Hamil' yang ditulis oleh Rizki Maliki.
Premis: "Frenky panik ketika mengetahui kekasihnya, Amel hamil"
aku hamil
By
Rizki maliki
[Street Address]
[City, ST ZIP Code]
[phone]
[email]

Black screen
Terdengar suara AMEL dan FRENKY tertawa.
Amel
(Berbisik)
Di rumah gak ada siapa-siapa kan?
FRENKY
Tenang aja. Ibuku ke luar kota lagi. Kali ini dia lama.
Kembali terdengar tawa.
Fade In:
int. ruang tamu - siang
Ruangan tampak sepi. Hiasan terpajang di dinding. Vas bunga berada di atas meja. Lalu muncul tangan AMEL menaruh cangkir. FRENKY dan AMEL duduk saling menghadap. Terdiam sejenak.
Amel
(Gemetar)
... Aku.. Aku mau bilang sesuatu.
AMEL gemeter, memalingkan pandangannya. FRENKY melihat AMEL dengan wajah datar.
AMEL
A... Aku hamil
AMEL menangis. FRENKY kaget.
FRENKY
Gak mungkin, Amel! Kamu pasti bercanda. Kamu bohong.
Amel
Ini anak kamu Frenky. Ini anak kamu. Kamu harus tanggung jawab.
FRENKY terdiam mendengar AMEL yang terus menangis. AMEL menangis sambil menutup wajahnya dengan tangan. FRENKY berdiri lalu berjalan mondar-mandir sambil meremas rambutnya.
FRENKY
Oke.. Kita cari jalan sama-sama.
FRENKY terdiam lalu melihat cangkir di meja. Ia mengambilnya.
int. DAPUR - siang
FRENKY menaruh cangkir di meja. WAJAH FRENKY tertekan. Napasnya tak beraturan. KERINGAT banjir di wajahnya. Ia menoleh ke belakang.
Sebuah PISAU tergeletak di meja. FRENGKY melihat pisau itu. FRENKY kembali menengok ke belakang.
CUT tO:
FRENKY berjalan membawa pisau menuju ke ruang tamu.
int. ruang tamu - siang
FRENKY berjalan mendekati AMEL. AMEL berdiri di sana. FRENKY mengangkat PISAU.
AMEL
Aaaa....
FRENKY menusukkan PISAU ke dada AMEL.
Blank screen
Terdengar SUARA TUSUKAN PISAU berulang-ulang.
int. ruang tamu - siang
FRENKY berdiri membawa PISAU BERDARAH. AMEL tergeletak di lantai bersimbah darah. FRENKY berdiri kebingungan. Ia melihat pisau di tangannya. Lalu menjatuhkannya. Ia mundur beberapa langkah ke belakang.
CUT tO:
FRENKY menyeret tubuh AMEL.
Ext. Belakang rumah - siang
FRENKY menyeret tubuh AMEL dan meletakkannya di tanah. FRENKY mengambil sekop lalu menggali tanah.
int. ruang tamu - siang
Ruangan kosong. Darah berceceran di lantai. FRENKY datang. Ia melihat kekacauan di lantai. Ia melihat tubuhnya berlumuran darah.
int. TOKO - siang
Tangan FRENKY menaruh tongkat pel dan sabun pelangsing di meja kasir. PETUGAS KASIR melihat ke meja, lalu melirik wajah FRENKY. FRENKY terdiam. Dia menutupi NODA DARAH di bajunya dengan jaketnya.
Ext. Trotoar - siang
FRENKY berjalan dengan gelisah membawa tongkat pel dan sabun pel. Ia makin gelisah. Jalannya makin cepat. Sesekali ia menoleh ke belakang. Terdengar suara tangisan bayi. Ia berjalan makin cepat. Sekarang ia berlari.
Int. Ruang tamu - siang
FRENKY sampai di rumah. Ia langsung masuk lalu menutup pintu. Ia bersandar di pintu sambil mengatur napas. RUANGAN MASIH BERANTAKAN.
CUT tO:
Darah di lantai tersapu oleh kain pel. FRENKY mengepel lantai. Sesekali ia mengusap keringat. Terdengar suara KETUKAN PINTU. FRENKY menghentikan aktifitasnya. Ia terdiam. Suara makin keras.
Ibu (o.s)
Frenky. Ini ibu. Buka pintunya Frenky. Kamu di dalam?
FRENKY kebingungan. Ia mondar-mandir. Suara makin keras.
Ibu (o.s)
FRENKY buka.
FRENKY terdiam memegang erat gagang pel. Terdengar suara tangisan bayi.
Ibu (o.s)
Tadi ibu cari bapak baru buat kamu. Sekalian ibu bikin adek. Hahaha....
FRENKY membanting gagang pel lalu berjalan perlahan menuju pintu. Ia membukanya.
CUT tO:
Di depan pintu AMEL berdiri dengan gelisah. FRENKY melihat AMEL dengan melongo. Ruangan bersih tanpa darah.
Amel
Ibumu gak ada di rumah?
FRENKY
Belum pulang. Masih di luar kota.
FRENKY mengantar AMEL duduk di ruang tamu.
FRENKY dan AMEL duduk saling menghadap. Terdiam sejenak.
Amel
(Gemetar)
... Aku.. Aku mau bilang sesuatu.
AMEL gemeter, memalingkan pandangannya. FRENKY melihat AMEL dengan wajah datar.
AMEL
A... Aku hamil
AMEL menangis. FRENKY kaget.
FRENKY
Gak mungkin, Amel! Kamu pasti bercanda. Kamu bohong.
Amel
Ini anak kamu Frenky. Ini anak kamu. Kamu harus tanggung jawab.
FRENKY terdiam keringetan. Terdengar suara cekikikan. AMEL tertawa.
FRENKY
Gak lucu
Amel
Hahaha. Ketipu kamu.
FRENKY mengambil cangkir lalu membawanya ke dapur.
int. DAPUR - siang
FRENKY menaruh cangkir di meja. Ia menoleh ke belakang. Sambil tersenyum ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu senyumnya hilang. Tergeletak pisau di meja.
int. ruang tamu - siang
AMEL berdiri di sana. FRENKY mendekati AMEL. FRENKY tersenyum. AMEL juga tersenyum. Lalu SENYUM AMEL MENGHILANG. AMEL melihat ke bawah. Ke tangan FRENKY.
SENYUM FRENKY MENGHILANG. AMEL dan FRENKY saling menatap. FRENKY melihat ke bawah. Di tangannya ia memegang PISAU berlumuran darah.
CUT tO:
Ruangan berantakan. Darah berceceran di mana-mana. AMEL tergeletak di sana. WAJAH FRENKY KETAKUTAN. ia menjatuhkan pisaunya lalu melangkah mundur. Melihat kekacauan itu.
FRENKY berjalan menuju meja di ruangan sebelah. Ia menggapai sebuah hape. Ia memencet tombol dengan tangan gemetar. Lalu ia meletakkannya di telinga. Napasnya tak beraturan. Ia menunggu.
FRENKY
Ha... Halo. Po... Polisi... A.. aku membunuh seseorang.
Selagi berbicara, terlihat di belakang FRENKY, AMEL bangun dan perlahan mendekati FRENKY.
FRENKY menutup telponnya. Ia mengatur napas. Ia berbalik dan melihat AMEL masih tergeletak di sana.
PERLAHAN FRENKY berjalan mendekati AMEL. Ia jongkok dan makin dekat. Tiba-tiba mata AMEL terbuka. TANGAN AMEL mencekik FRENKY. FRENKY melotot kesakitan. Tangan AMEL makin kuat. FRENKY berdengik.
CUT tO:
int. Kamar - siang
Tangan AMEL mencekik leher FRENKY. Lalu makin melemas. Wajah FRENKY makin tenang. Tangan AMEL membelai pundak FRENKY. Lalu melepas kancingnya.
Seketika FRENKY mundur dan kaget.
Amel
Kenapa?
FRENKY
Aku harus pergi sekarang.
FRENKY memasang sepatunya lalu meninggalkan kamar.
[Scene description]
FAde Out:
The End

Komentar

Postingan Populer